TRAVEL

Benteng Pendem Cilacap: Wisata Sejarah yang Terkenal Angker

Hari-hari sebelum kami bertolak dari Cilacap menuju Jogja, saya dan suami menyempatkan diri jalan-jalan ke bagian paling selatan dari kota Cilacap Selatan itu sendiri, yaitu Pantai Teluk Penyu dan sekitarnya. Awalnya kami berencana menyebrang ke Pulau Nusakambangan, untuk berwisata ke pantai-pantai cantik di sana. Namun sayangnya ombak laut saat itu cukup tinggi, yang mana kami disarankan untuk mengurungkan niat kami. Alhasil jadilah Benteng Pendem Cilacap menjadi tujuan wisata alternatif kami.

Lokasi Benteng Pendem berada tidak jauh dari posisi kami saat hendak menyebrang. Langsung saja kami tancap gas ke sana. Waktu itu hari Minggu, namun tampak pengunjung yang datang, mungkin juga karena masih dalam masa pandemi covid 19.

Ini pertama kalinya saya ke Benteng Pendem Cilacap, tidak seperti suami yang entah sudah berapa kali, karena memang asli orang setempat. Dia tampaknya juga sudah hafal betul seluk beluk lokasi wisata ini. Saya pun bak turis yang dipandu oleh pemandu wisata.

Baca Juga : Indahnya Pemandangan Sungai di Ledok Sambi Yogyakarta

SEKILAS TENTANG BENTENG PENDEM CILACAP

Sebagaimana dikutip dari Wikipedia, bahwa Benteng Pendem ini merupakan benteng peninggalan Belanda di masa penjajahan, yang mana difungsikan untuk menahan serangan yang datang dari arah laut. Dinamakan Benteng Pendem karena saat ditemukan, benteng ini tertutup tanah pesisir pantai dan tidak terurus. Benteng ini kemudian dijadikan sebagai tempat wisata sejarah oleh Pemerintah Cilacap.

Bangunan Benteng Pendem terdiri dari beberapa ruang yang masih kokoh hingga kini seperti barak, benteng pertahanan, benteng pengintai, ruang rapat, klinik pengobatan, gudang senjata, gudang mesiu, ruang penjara, dapur, ruang perwira, dan ruang peluru. Disebutkan pula bahwa benteng ini sebenarnya belum sepenuhnya tergali, karena sebagian bangunannya masih berada di dalam tanah.

WISATA SEJARAH YANG ANGKER?

Setelah melewati gerbang yang merupakan landmark Benteng Pendem, mata saya langsung tertuju pada sebuah sungai parit cukup besar di sisi kiri kami. Konon, parit ini dibuat mengelilingi benteng untuk menghadang serangan dari laut. Di sisi kiri-kanan kami juga terdapat pepohonan rindang yang membuat suasana menjadi sejuk dan adem meskipun saat itu sudah hampir memasuki tengah hari.

Beberapa meter di depan kami menemukan papan denah lokasi Benteng Pendem, yang terdiri dari bagian-bagian bangunan seperti yang sudah saya sebutkan di atas. Semakin masuk ke dalam lokasi wisata, pepohonan yang ada di sekitar semakin besar dan lebat.

Tidak jauh dari sana, kami sampai pada bangunan Ruang Barak. Bangunannya sudah tua namun nampak masih kokoh berdiri. Bangunan ini terdiri dari beberapa ruangan yang gelap.

Tidak seperti saya yang bergidik takut melihat penampakan bangunan tua tersebut, suami malah penasaran mencoba masuk ke dalam salah satu ruangan, minta untuk difoto. Ruangan yang gelap dan lembab membuat saya enggan ikut masuk ke dalam dan hanya berani memfoto dari luar ruangan. Dari hasil foto terlihat dinding bagian dalam ruangan yang lembab dan dipenuhi lumut hijau.

ruang ruang di benteng pendem

Baca Juga : Telaga Kumpe : Kecantikan Alam Banyumas yang Memukau

Selanjutnya, kami menuju bangunan-bangunan lain di kawasan Benteng Pendem, seperti Ruang Klinik, Ruang Penjara, Ruang Amunisi, Ruang Senjata, Ruang Klinik dan Benteng Pertahanan. Keadaan bangunan-bangunan tersebut tidak berbeda jauh dengan Ruang Barak; tua, gelap dan lembab.

Sangat disayangkan kondisi bangunan di sini seperti tidak terurus. Juga tidak ditemukan papan keterangan tertulis mengenai sejarah dan fungsi tiap bangunan sehingga tiap pengunjung hanya sebatas tahu “oh ini ruang klinik, oh ini ruang amunisi”, tidak lebih.

potret beberapa ruangan di benteng pendem cilacap

Potret beberapa ruang-ruang di Benteng Pendem Cilacap

Dan entah karena sugesti atau apa, saya sering merasa ngeri dan takut menelusuri setiap spot di wisata ini. Saya seperti tidak betah berlama-lama dan kerap melarang suami untuk masuk ke dalam ruangan yang menurut saya seram karena gelap. Juga sudah bukan rahasia lagi bahwa lokasi wisata ini sering dikaitkan dengan hal-hal berbau mistis.

Bahkan kabaranya, pernah juga dijadikan lokasi acara uji nyali salah satu stasiun tv swasta. Ditambah lagi suasana lokasi wisata yang saat itu sangat sepi, hanya ada saya dan suami. Mungkin hanya saya saja yang penakut atau memang Benteng Pendem Cilacap ini beneran angker? Hiiiii.

Beberapa spot di Benteng Pendem Cilacap

Beberapa spot di Benteng Pendem Cilacap

Tidak hanya itu sih, saya juga mengkhawatirkan ada hewan liar seperti ular atau semacamnya, mengingat lokasi yang ditumbuhi pepohonan lebat dan rumput liar. Untungnya suami sabar dan berkali-kali menenangkan saya, meyakinkan bahwa semuanya baik-baik saja.

Namun, di samping segala ‘keangkeran’ tersebut, harus saya akui bahwa saya menyukai pemandangan ‘hijau-hijau’ di Benteng Pendem yang berasal dari pepohonan rindang dan rumput di sana. Udaranya pun sangat bersih dan sejuk.

SUNGAI PARIT PELINDUNG BENTENG PENDEM

Yang saya sukai dari wisata ini adalah adanya sungai parit yang mengelilingi Benteng. Satu-satunya spot yang tidak seram menurut saya, hehe. Ada sebuah jembatan di atasnya untuk pengunjung menyebrang.

Di bawah jembatan ada beberapa anak usia tanggung yang sengaja berenang di sana untuk meminta pengunjung melemparkan beberapa uang koin menggunakan bahasa Jawa ngapak khas Cilacap. Kami melemparkan beberapa koin dan suami sempat sekilas berinteraksi dengan mereka.

Jembatan di atas parit benteng pendem cilacap

Jembatan di atas parit

Di sisi tepi sungai parit ada beberapa perahu bebek-bebekan yang terparkir, yang disewakan bagi pengunjung yang ingin berwisata mengelilingi Benteng Pendem melalui sungai parit ini.

Puas keliling Benteng Pendem, kami kembali mampir ke warung makan di kawasan Pantai Teluk Penyu untuk mengisi perut yang keroncongan, sekaligus mengakhiri perjalanan kami di hari itu.

INFO TAMBAHAN

Lokasi : Jl. Benteng, Sentolokawat, Cilacap, Kec. Cilacap Sel., Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah

Harga tiket masuk : Rp 7.500/orang

Tarif parkir : gratis

Fasilitas : toilet umum (sayangnya kurang terawat), area parkir, toko oleh-oleh

Leave a Reply