MONEY HONEY

Cara Mendapatkan Passive Income dari Affiliate Marketing

Cara Mendapatkan Passive Income dari Affiliate Marketing — Siapa yang tidak ingin mendapatkan penghasilan tambahan tanpa mengganggu pekerjaan utama? Saya yakin semua orang mau.

Namun kebayakan orang belum mengetahui langkah yang bisa dilakukan untuk mendapatkan passive income guna menambah pundi-pundi penghasilan.

Kabar gembiranya, di era internet saat ini, banyak peluang yang bisa dipilih untuk mewujudkannya, salah satunya dengan melakukan model bisnis affiliate marketing, yang mana kita akan mendapatkan uang atau komisi jika berhasil menarik orang lain untuk membeli suatu produk tertentu.

Lalu bagaimana caranya?

Cara Mendapatkan Passive Income dari Affiliate Marketing

Dasar-dasar affiliate marketing sudah pernah saya bahas pada artikel sebelumnya. Nah, di tulisan ini saya akan membagikan cara agar program afiliasi yang kita ikuti ini bisa menghasilkan cuan dan menjadi sumber passive income kita.


Pilih Niche yang Tepat

Langkah pertama, pilih niche yang tepat, yang sesuai dengan bidang yang kamu minati. Kenapa harus begitu? Pasalnya ada banyak segmentasi yang bisa kita targetkan untuk program afiliasi yang kita ikuti. Misalnya bidang fashion, properti, teknologi, dan lain-lain.

Dengan memilih niche yang kamu minati, maka kamu akan menjadi fokus pada satu niche, sehingga kamu akan lebih menguasi produk tersebut dan maksimal dalam melakukan promosi produk dari program afiliasi.

Tapi jangan lupa lakukan riset dulu apakah niche yang kamu pilih ada peminatnya atau tidak. Supaya kamu tidak sia-sia merekomendasikannya ke orang banyak.

Pilih Produk yang Tepat

Setelah memilih niche yang tepat, selanjutnya pilih produk yang akan kamu rekomendasikan. Misalnya kamu memilih niche penyedia hosting, maka kamu tinggal pilih produk web hosting mana yang mau kamu promosikan.

Ada beberapa perusahaan web hosting yang menyediakan program afiliasi, seperti Niagahoster, Hostinger, dan Exabyte.

Kamu bisa analisis satu per satu yang mana yang paling cocok denganmu. Pahami syarat dan ketentuan, serta besarnya potensi komisi yang akan kamu terima.

Penting juga untuk mengecek review dari masing-masing produk sebelum kita promosikan ke orang lain. Untuk memastikan bahwa produk yang kamu rekomendasikan memang benar-benar produk yang bagus dan berkualitas.

Jangan sampai namamu jadi tercoreng karena mempromosikan produk yang kaleng-kaleng.

Bagaimana cara cek produknya?

  • Cek langsung ke website resminya melalui testimoni para pelanggan.
  • Cek review melalui Google dengan keyword tertentu. Contohnya seperti di bawah ini.
  • Mencoba terlebih dahulu produknya. Karena dengan begitu kamu akan merasakan sendiri experience setelah menggunakan produk tersebut, sehingga akan memudahkanmu melakukan promosi story telling. Juga dengan adanya testimoni dari orang yang pernah menggunakan produknya secara langsung, maka akan meningkatkan kepercayaan orang.

Saatnya Promosikan Afiliasimu

cara mendapatkan passive income dari affiliate marketing

Ilustrasi platform untuk promosi affiliate marketing | Photo by William Hook on Unsplash

Bicara tentang platform, saat ini sudah banyak sosial media yang bisa kamu manfaatkan untuk promosi affiliate marketing. Tapi tidak semua cocok dijadikan media promosi ya.

Misalnya kalau kamu ingin mempromosikan baju bayi, maka media yang cocok adalah Facebook, karena target audiensnya adalah ibu-ibu yang kebanyakan menggunakan sosial media tersebut. Tapi promosi baju bayi tidak akan cocok jika kamu melakukannya melalui LinkedIn, karena paltform tersebut digunakan sebagai media mencari kerja.

Perlu diingat bahwa setiap platform memiliki pendekatan yang berbeda-beda. Misalnya jika menggunakan Youtube, maka kamu bisa menjelaskan produk yang kamu promosikan melalui video yang berdurasi agak panjang dan informatif, sehingga bisa dijadikan sebagai sarana edukasi.

Sedangkan di Instagram, sebaiknya tidak menggunakan video yang terlalu panjang, karena biasanya audiens akan lebih tertarik dengan foto tampilan produk yang memikat dan aesthetic.

Berikut ini platform lain yang bisa kamu gunakan.

Website atau Blog




Website atau blog bisa menjadi salah satu platform yang kamu gunakan sebagai media promosi produk afiliasimu. Jika di media sosial artinya kamu hanya menjadi “tamu” dan harus mengikuti aturan di dalamnya, maka di website atau blog yang kamu miliki, kamu bebas menentukan cara untuk melakukan promosi sesuai persona yang ingin kamu bangun.

Keuntungan Memiliki Website

Selain itu, kamu akan mendapatkan manfaat dari memiliki website atau blog (terutama yang memiliki alamat TLD), yaitu.

  • Meningkatkan kredibilitas
  • Menjangkau target market yang lebih luas
  • Memudahkan proses calon pelanggan dalam mengakses informasi tentang produk
  • Dapat mengumpulkan leads yang nantinya dapat difollow up untuk dijadika prospek audiens.

Youtube

Youtube merupakan mesin pencari atau search engine terbesar ke-2 setelah Google. Oleh karena itu melakukan promosi melalui media ini sangat potensial.

Caranya kamu bisa mengupload video yang berhubungan dengan porduk afiliasi. Jenis video yang bisa kamu buat bermacam-macam, bisa berupa vlog, video tutorial, dan sebagainya.

Saat ini sudah ada loh Youtuber yang membuat video untuk promosi afiliasi, contohnya Tyas Prada yang membuat video “Haul Shopee”.

Tips Promosi Affiliate Marketing

Buat Konten yang Bermanfaat

membuat konten untuk affiliate marketing

Ilustrasi membuat konten untuk affiliate marketing | Photo by rawpixel.com on Freepik

Agar tidak terlalu menunjukkan bahwa kamu “sedang jualan”, sebaiknya buatlan konten yang bermanfaat untuk target audiensmu. Karena biasanya kebanyakan orang akan langsung skip konten yang isinya hanya jualan dan jualan.

Coba cari tahu kira-kira konten jenis apa yang dibutuhkan audiensmu. Buat kontenmu jadi painkillers dari keresahan orang-orang karena belum menemukan solusi yang mereka cari. Konten jenis ini berpeluang banyak diminati oleh calon user kamu.

Jangan fokus hanya pada komisi saja. Fokuslah pada value apa yang bisa kita berikan kepada audiens.

Buat Konten Berdasarkan Pengalaman Pribadi

Saat ini konten yang berdasarkan pengalaman pribadi berbentuk story telling akan lebih diminati daripada konten yang bersifat monoton.

Tipsnya, gunakan terlebih dahulu produk yang akan kamu promosikan kepada orang lain, sehingga akan memudahkanmu membuat konten yang ringan dan menarik perhatian audiens.

Pasalnya isi konten yang hanya bersifat review-review produk yang sama yang bertebaran di internet. Maka kamu perlu menambahkan nilai lebih pada konten reviewmu bedasarkan pengalaman pribadi.

Niagahoster menyebutkan, dengan begitu review kamu buat akan memiliki nilai personal yang tidak bisa ditemukan di review-review lain.

Bangun engagement dengan audiens sehingga mereka aware dengan keberadaan kita. Bangun kepercayaan dengan calon referralmu sehingga mereka mau menggunakan referral kamu untuk membeli/klik/ melakukan aktivitas yang kita mau.

Buat Konten Evergreen

Konten evergreen adalah sebuah konten yang tidak lekang oleh waktu, tidak seperti konten trending yang hanya menarik untuk dibaca pada saat momentum tertentu.

Hitung-itung bisa jadi content investment atau investasi dalam bentuk konten di platform kita.

Maka, cobalah untuk membuat konten dengan materi yang evergreen. Misalnya adalah tutorial yang sampai kapan pun masih banyak diminati oleh banyak orang.

Tetap Update

Membuat konten yang up to date juga bukan berarti tidak penting loh. Justru kamu bisa memanfaatkan momen trend tertentu untuk membuat konten sekaligus mempromosikan produk afiliasimu.

Misalnya ketika ada public figure sedang banyak menggunakan baju warna ungu, kamu bisa mempromosikan produk baju warna ungu melalui afiliasi kita. Atau hal-hal yang berhubungan lainnya.

Tambahkan Call To Action




Call to Action (CTA) wajib dicantumkan di dalam konten. Mengapa? Agar target audiensmu tahu apa yang harus mereka lakukan.

Oleh karena itu, perlu bagi kita untuk menentukan apa tujuan promosi kita. Apakah mengajak orang untuk mengklik link yang kita bagikan? Mengajak untuk membeli, dan lainnya.

Hal ini tentu saja tergantung pada sistem pembayaran komisi yang akan kamu dapatkan. Apakah berdasarkan per click, per leads, atau per sale.

Misalnya kamu membuat video “Tutorial Make Up” yang diupload di Youtube. Optimasikan kontenmu dengan menambahkan info link di deskripsi. Ajak audiens untuk klik link di deskripsi. Buat mereka sadar apa yang harus dilakukan.

Jika perlu, kamu bisa menambahkanurgensi tertentu. Misal pemberian batas waktu seperti “Promo ini hanya berlaku 2 hari” atau “Hanya berlaku untuk 10 pembeli pertama”.

Dengan adanya limitasi waktu tersebut membuat orang menjadi tergugah untuk cepat melakukan action yang kita inginkan.

Gunakan Link

Ubah Link Menjadi Lebih Pendek

Tips mengupload link lebih baik tidak menguploadnya secara “mentah” dengan link asli yang biasanya sangat panjang.

Kamu bisa meng-convert-nya ke link yang lebih pendek dengan menggunakan tools seperti bit.ly.

Contohnya :
https//:bit.ly/diskonkhusus

Kenapa harus diganti? Alasannya agar lebih mudah diingat dan terlihat lebih menarik.

Sisipkan Link di Dalam Artikel

Jangan lupa untuk menyisipkan link kamu di konten artikel atau kolom deskripsi. Buatlah seakan-akan kamu sedang “tidak jualan”.

Optimasikan Dengan SEO

Optimasikan konten yang sudah kamu buat dengan SEO atau Search Engine Optimization.

SEO tidak hanya untuk website saja loh. Kamu bisa juga menerapkannya pada setiap platform yang kamu gunakan untuk promosi. Tentunya perlu disesuaikan dulu formatnya ya.

Misalnya pada konten blog, kamu harus menggunakan kata kunci tertentu, pada feed Instagram gunakan hashtag yang relevan dan banyak dicari orang, dan lain sebagainya.

Kenapa SEO penting?

Karena dengan SEO yang optimal, kamu bisa mendatangkan lebih banyak traffic pada konten yang kamu buat, sehingga kamu bisa membangun audiens, dan endingnya tentu saja potensi produkmu akan banya terjual akan lebih besar. Selain itu, SEO juga bisa meningkatkan awareness.

Sabar dan Konsisten

Terakhir dan tidak kalah penting adalah sabar dan konsisten. Proses promosi tidak semua bisa langsung berhasil. Kita perlu melakukan analisis dan melihat tren terbaru. Kira-kira apa yang saat ini menarik bagi audiens dan apakah konten kita masih relevan atau tidak.

Lakukan testing dengan jenis promosi yang berbeda, sehingga kita bisa menentukan di antara jenis promosi yang sudah kita lakukan, mana yang lebih menarik bagi audiens.

Caranya bisa lihat dari insight atau cek performance dari jenis promosi yang dilakukan. Pelajari juga dari orang lain yang sudah berhasil. Kira-kira apa best practice yang sudah mereka lakukan sehingga bisa mendapatkan hasil yang maksimal.

Tips terakhir ini mungkin menjadi kunci dari cara mendapatkan passive income dari affiliate marketing. Ya, karena jika tidak sabar dan konsisten, maka semuanya akan jadi sia-sia bukan?

Kesimpulan

Agar memperoleh passive income yang maksimal dari bisnis affiliate marketing, diperlukan juga effort lebih untuk membuat konten guna meningkatkan awareness dari audiens.

Tips di atas dapat kamu coba lakukan untuk meningkatkan pendapatanmu melalui internet dan nyaris tanpa modal uang. Tentu harus disertai dengan kesabaran dan konsistensi.

Apakah kamu berminat untuk mendapatkan passive income dari affiliate marketing?

Leave a Reply