Sebuah data menyebutkan bahwa ada sekitar 1,5 juta lulusan sarjana yang dihasilkan Indonesia setiap tahunnya, sementara lapangan kerja yang tersedia hanya berkisar 300 ribu tiap tahun.

Dikutip dari situs Medcom.id, Fakta yang diungkapkan oleh Prof. Nizam selaku Dirjen Kemendikbud Ristek tersebut tentu sangat memprihatinkan, sebab kesenjangan antara jumlah lulusan sarjana dengan ketersediaan lapangan kerja akan berdampak pada timbulnya jumlah pengangguran yang cenderung tinggi.

Di era globalisasi saat ini, era di mana setiap orang telah menjadi bagian dari masyarakat global, sebenarnya telah membuka peluang seluas-luasnya bagi siapa saja untuk dapat bekerja dan berkarir di perusahaan mana pun di dunia.

Lulusan sarjana dari Kota Surabaya misalnya, bukan mustahil bisa bekerja di perusahaan di Amerika Serikat.

Apalagi di era digitalisasi saat ini, kita tidak harus meninggalkan Indonesia untuk berkarir di kancah global. Semuanya bisa dilakukan secara remote dari rumah.

Sayangnya, peluang ini belum sepenuhnya dimanfaatkan oleh para sarjana di dalam negeri.

Salah satu penyebabnya adalah ketidakmampuan para sarjana berkomunikasi dalam bahasa asing, terutama bahasa Inggris, sehingga menyulitkan mereka untuk menembus pasar kerja global.

Peran Pendidikan Menghadapi Tantangan Era Globalisasi

Penyebab lainnya adalah adanya ketidaksesuaian antara skill yang dimiliki para sarjana dengan kebutuhan industri saat ini, sehingga mereka kurang terserap dengan baik di dunia kerja, sebagaimana diungkapkan oleh Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah.

Dengan kata lain, mayoritas SDM lulusan sarjana dalam negeri berkualitas rendah sehingga susah mencari kerja.

Kondisi ini sangat disayangkan mengingat para sarjana sebelumnya sudah menghabiskan waktu sekitar 3,5 hingga 4 tahun untuk mendapatkan gelar akademik agar bisa berkarir secara profesional.

Rasanya seperti menjadi sia-sia jika ilmu yang dipelajari selama di bangku kuliah ternyata tidak sesuai dengan kebutuhan industri saat ini.

peran pendidikan di era globalisasi

Jika ilmu yang dipelajari tidak relevan dengan kebutuhan industri saat ini, lantas harus bagaimana? | Canva Premium

Pemerintah sebenarnya telah mulai melakukan revitalisasi pendidikan dan pelatihan vokasi yang berorientasi pada kebutuhan dunia usaha dan dunia industri, agar nantinya lulusan dapat lebih terserap.

Langkah tersebut patut diapresiasi sebagai solusi mengurangi angka pengangguran, namun menurut saya sebaiknya perlu juga ada tindakan konkret yang diambil untuk mengkaji kembali kurikulum pendidikan yang ada di perguruan tinggi.

Salah satunya dengan mengadopsi kurikulum internasional, yang sudah banyak diterapkan di beberapa negara maju.

Tujuannya agar di masa depan para peserta didik bisa dibekali dengan kompetensi bekerja yang lebih relevan dengan perkembangan industri di era globalisasi, tanpa harus menghabiskan waktu atau biaya ekstra untuk mengikuti program atau pelatihan tertentu.

Baca Juga: Mempersiapkan Diri dengan Kompetensi Global untuk Karir Gemilang

Mengenal Kurikulum Internasional dan Kelebihannya

peran kurikulum internasional

Ilustrasi mahasiswa kampus internasional | Canva Premium

Kurikulum internasional adalah pedoman yang digunakan di sekolah maupun perguruan tinggi internasional dimana peserta didik bebas memilih mata pelajaran sesuai dengan minatnya sendiri dan menggunakan bahasa Inggris dalam pengantarnya.

Nah, dengan kurikulum internasional, mahasiswa sudah dilatih untuk menguasai komunikasi dalam bahasa Inggris, yang mana akan memberikan benefit pada karir mereka di masa depan.

Tidak hanya dalam segi penguasaan bahasa asing, kurikulum internasional juga memiliki beberapa kelebihan dalam mempersiapkan SDM sarjana berkualitas, salah satunya dengan memungkinkan mahasiswa mengambil mata kuliah di luar jurusan yang diambil.

Pada perguruan tinggi dengan kurikulum internasional, bukan hal yang aneh jika seorang mahasiswa dari jurusan sains mengambil mata kuliah sastra atau psikologi.

Manfaatnya, mahasiswa akan memiliki pengetahuan yang lebih luas dari sekedar apa yang boleh dipelajari di jurusannya.

Sudut pandang yang luas terhadap ilmu pengetahuan akan membuat mahasiswa terlatih untuk dapat berpikir kritis dan inovatif, serta mampu mengkomunikasikannya dengan baik melalui lisan dan tulisan.

Tidak akan ada lagi mahasiswa pintar tapi tidak bisa berbicara dan menulis dengan baik.

Di Amerika Serikat, kurikulum seperti ini lazim dan menjadi ciri khas dari pendidikan tinggi di sana.

Kurikulum internasional yang diterapkan terbukti berhasil mencetak lulusan berkualitas tinggi.

Mark Zuckeberg, pernah mengatakan bahwa Facebook merupakan inoviasi yang berasal dari kombinasi ilmu psikologi dan sosiologi, selain hanya dari teknologi.

Peran Kurikulum Internasional bagi Pendidikan di Indonesia

Peran pendidikan sangat krusial dalam mencetak lulusan sarjana berkualitas tinggi di masa depan.

Kurikulum internasional dapat memainkan peran penting dalam sistem pendidikan di Indonesia dengan beberapa cara, di antaranya:

Meningkatkan kualitas pendidikan

Kurikulum internasional memiliki standar yang lebih tinggi daripada kurikulum nasional.

Dengan menerapkan kurikulum internasional, mahasiswa di Indonesia dapat diharapkan memperoleh pendidikan internasional yang lebih baik dan lebih komprehensif.

Meningkatkan daya saing

Dengan mempelajari kurikulum internasional, mahasiswa di Indonesia memiliki kesempatan untuk menjadi lebih kompetitif di pasar global.

Sarjana dengan background pendidikan berbasis kurikulum internasional cenderung lebih dihargai di industri global.

Meningkatkan keterampilan bahasa

Ilustrasi suasana belajar di kelas dengan kurikulum internasional | www.sampoernauniversity.ac.id

Kurikulum internasional biasanya menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar.

Oleh karena itu, siswa di Indonesia yang mengikuti kurikulum internasional dapat meningkatkan keterampilan bahasa Inggris mereka, yang sangat diperlukan di dunia kerja saat ini.

Meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan kreatif

Kurikulum internasional menekankan pada pengembangan kemampuan berpikir kritis dan kreatif, yang merupakan keterampilan yang sangat dibutuhkan di dunia kerja saat ini.

Dengan menerapkan kurikulum internasional, mahasiswa Indonesia akan menjadi lebih siap menghadapi tantangan karir di masa depan.

Mendorong kerjasama internasional

Kurikulum internasional dapat membantu mendorong kerjasama internasional antara Indonesia dan negara-negara lain  melalui program pertukaran pelajar dan kerjasama akademik dengan universitas di luar negeri.

Kesimpulan

Pada akhirnya, tantangan globalisasi bukan sesuatu yang perlu ditakuti, justru menjadi peluang besar bagi Indonesia untuk membangun generasi sarjana yang benar-benar siap bersaing di kancah dunia.

Kurikulum internasional bukan sekadar tren pendidikan, tetapi jembatan penting yang membantu mahasiswa menguasai bahasa asing, memahami berbagai disiplin ilmu, dan berpikir lebih kritis serta kreatif.

Jika sistem pendidikan mampu beradaptasi dan berani melakukan perubahan, maka para sarjana Indonesia tidak hanya akan menjadi pencari kerja, tetapi juga pencipta peluang dan inovasi.

Masa depan yang lebih kompetitif dan berkualitas sepenuhnya mungkin terwujud jika kita mulai membangun fondasinya sejak sekarang.

Share:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

2 Comments

  1. Mas Muslimin 2 Apr 2023
    Bingung saya dengan kurikulum di negeri ini. Ganti mentri ganti kurikulum. Bikin habis anggaran sosialisasi saja. Bayangkan perubahan kecil saja di kurikulum akan memakan biaya sosialisasi hingga ke tingkat bawah. Semoga kurikum kampus Sampoerna University bisa stabil dalam menjalankan pendidikan.
    1. Fitri Apriyani 4 Apr 2023
      Penggantian kurikulum mgkn tujuannya utk mengikuti perkembangan jaman ya mas. Malah mengkhawatirkan kalau pendidikan kita tidak ada perubahan sama sekali selama bertahun2. Tapi ya itu ada konsekuensinya dari segi biaya yg tidak sedikit utk sosialisasi.