MONEY HONEY

Investasi atau Menabung? Mana yang Harus Didahulukan?

Investasi atau Menabung? — Belakangan ini timeline sosial media saya seperti dipenuhi beragam topik tentang investasi, baik di Twitter maupun Instagram. Secara garis besar, lebih didominasi oleh topik investasi dengan instrumen saham. D

imulai dengan keuntungan-keuntungan berinvestasi di saham, saham apa yang sedang naik atau turun, kondisi IHSG saat ini dan lain sebagainya.

Tidak heran sih, karena memang beberapa tahun belakangan edukasi tentang pentingnya melek finansial, termasuk didalamnya adalah investasi, sudah digencarkan oleh beberapa akun bertema finansial seperti Jouska, ZIP Finance, Big Alpha, dll dan para influencer seperti Prita Ghozie, Jonathan End, bahkan komedian Raditya Dika juga sering membahas tema keuangan di akun Youtube-nya.

Saya jadi seperti tidak ingin ketinggalan dalam hype ini, yang mana jadi memulai ikut investasi. Tapi mana yang harus lebih dulu saya utamakan, investasi atau menabung?

Sejujurnya, melihat maraknya trend investasi saham ini membuat saya tertarik untuk turut pula berinvestasi. Namun saya selalu mengedepankan prinsip ‘ilmu dulu baru amal’ sebelum melakukan sesuatu.

Jadi, apa sebenarnya investasi? Apa bedanya dengan menabung?

PERBEDAAN INVESTASI DAN MENABUNG

investasi atau menabung

freepik.com

Di akun Instagram resmi milik OJK disebutkan perbedaan antara investasi dan menabung. Investasi berarti mengembangkan uang yang dimiliki untuk mendapatkan keuntungan. Sedangkan menabung adalah menyisihkan uang untuk kebutuhan jangka pendek maupun dana darurat.

Dana hasil dari menabung dapat diambil kapan saja, sedangkan dari investasi memerlukan waktu untuk mencairkan dana. Dari segi resiko, menabung memiliki resiko yang lebih rendah daripada investasi. Baik investasi atau menabung dapat kita lakukan untuk mencapai tujuan keuangan tertentu.

NABUNG PANGKAL KAYA

Kita tentu masih ingat slogan yang sudah diajarkan dari kecil: “menabung pangkal kaya”. Sepertinya dulu istilah investasi belum banyak dikenal, sehingga belum diketahui bahwa tidak hanya menabung yang bisa bikin kaya, tapi investasi juga.

Saat ini menabung bukan lagi pilihan satu-satunya untuk mencapai tujuan keuangan. Selain karena dengan menabung di Bank, uang yang kita tabung saat ini, nilainya tidak akan sama lagi di masa mendatang karena tergerus laju inflasi.

Yang mana besarnya inflasi sering kali tidak sepadan dari bunga tabungan yang bisa diberikan oleh Bank. Belum lagi adanya pemotongan biaya administrasi oleh pihak Bank.

Sedangkan dengan investasi dapat menjadi alternatif lain yang lebih menguntungkan, selain sebagai sarana mempertahankan kekayaan namun juga dapat memberikan keuntungan bagi pelakunya, yang disebut investor. Dalam hal ini saham, keuntungan yang diperoleh dapat berupa deviden dan capital gain.

Tapi tidak hanya cuan atau keuntungannya saja, kita juga harus tahu resiko yang terkandung dalam setiap instrumen investasi. High risk high return, yang artinya keuntungan yang diharapkan (return) sebanding dengan besarnya resiko (risk).

Atau semakin tinggi return maka akan diikuti dengan tingginya risk. Jadi dalam investasi, jangan harap keuntungan yang lebih, jika tidak ingin ambil resikonya

Baca Juga : Mau Weekend Seru di Sekitaran Jakarta? Ke Kota Tua Aja!

APAKAH SEMUA ORANG BISA BERINVESTASI?

Oke, yang sebenarnya ingin saya share di sini adalah dalam kondisi bagaimana yang membuat seseorang seharusnya melakukan investasi. Apakah semua orang bisa berinvestasi? Jawabannya tergantung kondisi keuangan masing-masing orang.

Namun idealnya ada beberapa syarat kondisi keuangan tertentu yang sebaiknya dipenuhi terlebih dahulu sebelum seseorang memutuskan untuk mulai berinvestasi. Ini bertujuan agar investasi berjalan dengan sehat dan kegiatan investasi tidak mengganggu tujuan keuangan lainnya.

Berikut adalah beberapa pos keuangan yang sebaiknya didahulukan sebelum melakukan investasi :

DANA DARURAT

Dana darurat adalah sejumlah dana yang dipersiapkan secara khusus untuk menghadapi berbagai kondisi darurat/kondisi tak terduga, seperti terkena PHK, biaya pengobatan saat sakit, terkena musibah, dll.

Artinya, dana ini hanya boleh digunakan saat kita menghadapi kondisi darurat tersebut. Ketersediaan dana ini sangat penting, karena kondisi darurat dapat terjadi setiap saat.

Jumlah dana darurat yang perlu dipersiapkan, tergantung pada besarnya pengeluaran setiap bulan dan jumlah tanggungan yang kita miliki, seperti apakah masih single, sudah menikah, mempunyai satu atau lebih anak, pekerja tetap atau freelance, dll.

JAMINAN BIAYA KESEHATAN

Siapa pun pasti tidak ada yang berharap sakit. Namun, kondisi ini bisa terjadi pada siapa saja. Untuk pekerja kantoran, biaya kesehatan ini biasanya disediakan oleh pihak perusahaan berupa asuransi kesehatan, baik berupa BPJS Kesehatan atau produk asuransi lainnya.

DANA PENSIUN

Dana ini juga sangat penting untuk dipersiapkan sebelum memutuskan untuk investasi. Agar kelak kita dapat mandiri secara keuangan di masa tua.

Dana ini biasanya sudah otomatis dialokasikan dari persentase gaji bulanan oleh perusahaan tempat kita bekerja. Untuk pekerja freelance bisa juga diupayakan dengan menyisihkan secara mandiri beberapa bagian dari pendapatan yang diperoleh.

KESIMPULAN

Jadi, lebih baik menabung atau investasi dulu nih? Jawabannya adalah tergantung dari tujuan keuangan masing-masing setiap orang. Menurut saya pribadi, jika pos keuangan yang disebutkan di atas sudah aman dan masih ada sisa dana yang tersisa, kita boleh memutuskan untuk mulai investasi.

Sebaiknya investasi dilakukan memang untuk tujuan jangka panjang agar hasilnya maksimal dan tidak mudah tergoda dengan investasi bodong dengan iming-iming keuntungan besar dalam waktu singkat. Yuk mulai dari sekarang 🙂

 

 

6 Comments

  1. Avatar Amiria 21/06/2021
    • Fitri Apriyani Fitri Apriyani 21/06/2021
  2. Avatar Tika Insani 21/06/2021
    • Fitri Apriyani Fitri Apriyani 21/06/2021
      • Avatar Dimas Pratama 24/06/2021
        • Fitri Apriyani Fitri Apriyani 29/06/2021

Leave a Reply