Siapa di antara kalian yang bosan jadi pegawai dan ingin memulai usaha sendiri?
Memulai usaha memang selalu terdengar menyenangkan ya: bebas menentukan jam kerja, punya pegawai, dan berpotensi mendapatkan penghasilan yang jauh lebih besar daripada gaji bulanan budak corporate.
Meski menjanjikan kemakmuran, nyatanya banyak yang menyerah karena ketika benar-benar ingin mulai, banyak pemula yang justru bingung.
Harus mulai dari mana? Apa dulu yang perlu disiapkan? Bagaimana agar usaha tidak berhenti di tengah jalan? Jika kamu sedang berada di fase itu, tenang, kamu tidak sendiri. Sebagian besar pengusaha memulai tepat dari titik ini.
Untuk membantumu melangkah lebih mantap, berikut panduan lengkap dan mudah dipahami untuk memulai usaha, khususnya bagi pemula.
Tips Memulai Usaha Untuk Pemula
1. Mulailah dari Ide yang Dekat dengan Kamu

2. Lakukan Riset Pasar
Setelah menemukan ide, langkah berikutnya adalah memastikan bahwa ide tersebut memang punya pasar. Banyak pemula mengira riset pasar harus dilakukan dengan metode rumit dan laporan tebal.
Padahal untuk tahap awal, riset sederhana saja sudah sangat membantu.
Kamu bisa mulai dengan mengamati kebiasaan calon pelanggan: Apa yang mereka suka? Produk seperti apa yang mereka cari? Masalah apa yang mereka keluhkan? Informasi-informasi ini bisa kamu dapatkan tanpa harus membuat survei formal.
Cukup lakukan observasi santai seperti:
-
Scroll media sosial.
Lihat tren yang sedang ramai, komentar orang, atau review produk serupa. Di kolom komentar saja, kamu bisa menemukan banyak insight dari keluhan atau pujian pelanggan. -
Periksa marketplace.
Bandingkan harga produk serupa, lihat foto-foto yang digunakan kompetitor, dan baca ulasan untuk mengetahui apa yang pelanggan harapkan. -
Analisis kompetitor.
Tidak harus mendalam. Cukup pahami apa yang membuat mereka dipilih pelanggan; apakah karena kualitas, harga, pelayanan, atau kemudahan pemesanan. Dari situ kamu bisa melihat celah untuk membuat produkmu lebih unggul. -
Tanya langsung ke orang terdekat.
Teman, saudara, atau tetangga sering kali memberi masukan jujur. Tanyakan apa yang mereka butuhkan atau apakah mereka tertarik dengan produkmu.
Riset sederhana seperti ini sudah cukup untuk memberikan gambaran apakah ide usahamu layak dijalankan. Kamu tahu siapa target pelangganmu, berapa harga yang pantas, dan bagaimana cara membuat produkmu lebih menarik daripada kompetitor.
3. Atur Modal dengan Bijak

Banyak orang menunda memulai usaha karena merasa harus punya modal besar terlebih dahulu. Padahal, banyak bisnis rumahan, UMKM, hingga brand besar yang dulunya dimulai dari modal kecil.
Kuncinya adalah mengelola modal dengan bijak sejak awal. Fokuskan pada hal yang memang diperlukan agar usaha bisa mulai berjalan, bukan pada hal-hal yang terlihat “mewah” tetapi belum penting.
Beberapa langkah simpel yang bisa kamu terapkan:
-
Prioritaskan pengeluaran yang penting
Kamu tidak perlu langsung membeli peralatan mahal atau stok besar. Belilah hanya apa yang benar-benar diperlukan untuk memulai. Nanti ketika bisnis sudah menghasilkan, kamu bisa menambah perlengkapan secara bertahap. -
Gunakan barang yang sudah kamu punya
Banyak usaha bisa dimulai dengan modal minimal: laptop yang sudah ada, peralatan dapur di rumah, atau bahkan smartphone untuk promosi. Jangan buru-buru belanja hanya karena ingin terlihat profesional. -
Mulai dari skala kecil
Semakin kecil skala awalnya, semakin kecil risiko yang harus kamu tanggung. Misalnya, jika kamu ingin membuka usaha makanan, mulailah dari pesanan kecil atau menu sederhana. Dari situ, kamu bisa melihat apa yang laku dan apa yang perlu diperbaiki. -
Pisahkan uang usaha dan uang pribadi
Ini salah satu kesalahan paling umum yang membuat bisnis cepat kacau. Meski usahamu masih kecil, pisahkan kedua keuangan ini sejak hari pertama. Dengan begitu, kamu bisa melihat perkembangan usaha secara jelas. -
Catat pemasukan dan pengeluaran
Tidak perlu aplikasi keuangan rumit. Gunakan saja catatan di HP atau spreadsheet sederhana. Yang penting, kamu tahu kemana uang usaha berjalan dan berapa keuntungan bersih yang kamu dapat.
Jika modalmu benar-benar terbatas, jangan khawatir. Kamu masih bisa memulai dengan beberapa model bisnis yang ramah kantong, seperti: pre-order (produksi hanya jika ada pesanan), reseller atau dropshipper, atau bisnis jasa seperti penulisan, desain, catering, editing video, hingga jasa titip
Dengan model seperti ini, kamu bisa menjalankan usaha tanpa perlu mengeluarkan modal besar untuk stok barang atau sewa tempat.
4. Bangun Branding Sejak Hari Pertama

Saat bisnismu mulai tumbuh, legalitas adalah fondasi penting yang tidak boleh diabaikan. Banyak loh pemilik usaha kecil merasa langkah ini tidak penting, berdalih “ah nanti saja”, dan alasan-alasan lain.
Padahal legalitas usaha itu justru memberi perlindungan terhadap usaha dan menumbuhkan kepercayaan lebih atas usaha yang kamu jalankan. Dengan legalitas yang jelas, kamu akan mendapatkan:
-
Kepercayaan lebih dari pelanggan
-
Kemudahan bekerja sama dengan vendor atau partner bisnis
-
Perlindungan terhadap nama dan merek
-
Posisi hukum yang lebih kuat
-
Pemisahan aset pribadi dan aset usaha (terutama jika mendirikan PT)
Legalitas dasar yang perlu kamu pertimbangkan sejak awal antara lain:
-
NIB (Nomor Induk Berusaha)
-
NPWP Usaha
-
Perizinan usaha sesuai bidang
-
Pendirian PT atau CV
-
Pendaftaran merek dagang
Memang, urusan legal sering terdengar ribet dan memakan waktu. Tapi sebenarnya bisa dibuat jauh lebih mudah. Namun, jika kamu memang tidak ada waktu untuk mengurus hal-hal tersebut, kamu bisa mempercayakan Jasa Notaris Jakarta yang siap membantu para pemiliki UMKM.
Mereka menyediakan layanan lengkap seperti:
-
Pendirian PT
-
Pembuatan CV
-
Akta notaris & pengesahan
-
Pembuatan NIB dan izin usaha
-
Pendaftaran merek dagang
-
Perubahan data perusahaan
Prosesnya cepat, transparan, dan kamu bisa fokus mengembangkan usaha tanpa menghabiskan energi untuk mengurus dokumen hukum. Cocok untuk pemula yang ingin everything done right dari awal.
Kesimpulan
Memulai usaha memang membutuhkan keberanian, tapi bukan berarti harus rumit. Mulailah dari ide kecil, lakukan riset sederhana, bangun branding sejak awal, dan manfaatkan media sosial.
Jika usahamu berkembang, jangan lupa memperkuat fondasi hukumnya. Legalitas adalah langkah penting agar bisnismu aman dan siap naik level.
Dan untuk mempermudah proses legalitas, Jasa Notaris Jakarta siap membantu mengurus pendirian PT, pendaftaran merek, pembuatan CV, hingga legalitas usaha lainnya dengan cepat, aman, dan profesional.
Mulai dari langkah kecil hari ini. Besok, kamu mungkin melihat bisnismu tumbuh lebih besar dari yang kamu bayangkan.


