Matchadreamy

LSI Keyword: Variasi Kata Kunci yang Bagus Untuk SEO

Fitri Apriyani
Fitri Apriyani
Guna menghindari penggunaan kata kunci yang berulang-ulang pada artikel, kita bisa menggunakan LSI keyword agar lebih bagus secara SEO. Apa itu?

Dalam dunia SEO, kamu mungkin sudah sering dengar tentang istilah kata kunci atau keywords, yang merupakan salah satu teknik optimasi SEO On Page.

Tapi, istilah LSI keyword mungkin hampir jarang dibahas, sehingga jadi kurang familiar.

Padahal, jika digunakan secara efektif, LSI keyword bisa secara signifikan meningkatkan peringkat artikel di halaman hasil pencarian.

Sebagai awalan, kita bahas dulu tentang apa itu LSI keyword dan apa manfaatnya bagi SEO.

Apa Itu LSI Keyword?

apa itu lsi keyword dan manfaatnya untuk seo

Menurut Baclinko, LSI keyword atau Latent Semantic Indexing Keywords adalah istilah yang secara konseptual berhubungan dengan kata kunci utama, yang digunakan oleh mesin pencari untuk memahami konten di halaman web secara lebih mendalam. LSI keyword tidak selalu berupa sinonim, tapi bisa juga berupa ide pencarian yang sering ditemukan bersamaan dengan kata kunci utama.

Contohnya, saat membuat artikel dengan kata kunci utama “Digital Marketing”.

Alih-alih mengulang-ulang kata kunci yang sama tentang digital marketing di seluruh badan artikel, akan lebih baik jika menggunakan variasi LSI keyword yang relevan seperti:

  • Content marketing
  • SEO
  • Social media
  • Contoh digital marketing
  • Contoh digital marketing

Lantas, kenapa harus menambahkan LSI keyword?

Mengapa LSI Keyword Penting?

Pernah dengar istilah keyword stuffing?

Sederhananya, itu adalah metode menyebarkan kata kunci secara berulang di seluruh artikel dengan tujuan agar bisa menempati posisi atas hasil pencarian Google.

Dulu cara tersebut bisa berhasil, tapi kelemahannya; konten yang muncul di hasi pencarian jadi tidak relevan, artikel berkualitas rendah, dan tidak menjawab banyak dari pertanyaan users.

Kini Google telah menggunakan algoritma Hummingbird untuk menentukan hasil pencarian yang lebih cerdas dengan menekankan pada kualitas konten, bukan sekedar banyaknya kata kunci yang tersebar.

Singkatnya, si Hummingbird ini tidak hanya menganalisis kata kunci SEO tertentu, tapi lebih pada melihat konteks pertanyaan pencari, melihat maksud dan relevansi.

Nah, dengan menggunakan LSI keyword ke dalam artikel artinya kita menambahkan konteks yang lebih luas tentang topik yang dibahas dan meningkatkan relevansi, sehingga dapat memudahkan—baik audiens maupun Google—untuk memahami keseluruhan isi teks.

Alhasil, akan meningkatkan visibilitas artikel kita di beragam kata kunci yang dicari oleh users di internet, yang secara otomatis bagus untuk SEO.

Manfaat LSI Keyword terhadap SEO

Selain itu, Neil Patel menyebutkan beberapa manfaat LSI keyword bagi SEO sebagai berikut:

  • Meningkatkan kualitas konten karena menggunakan banyak istilah yang berkaitan dengan kata kunci utama.
  • Konten jadi lebih relevan tanpa menggunakan kata kunci berlebihan
  • Meningkatkan visibilitas konten, sehingga akan dibaca oleh lebih banyak pengguna internet
  • Memiliki peluang merangking di lebih banyak kata kunci, sebab menggunakan banyak istilah yang relevan—tidak hanya mengandalkan satu kata kunci
  • Menghindari pinalti Google akibat penggunaan kata kunci yang berlebihan (keyword stuffing).

Baca Juga : Cara Menemukan Keyword yang Akurat Untuk Konten Blog

Cara Menemukan LSI Keyword

1. Lihat kata yang di-bold di halaman hasil pencarian

Cara pertaman yang dapat kamu lakukan untuk menemukan LSI keyword adalah dengan melihat kata yang di-bold atau dicetak tebal di halaman hasil pencarian atau SERP.

Contohnya, saat kamu mengetikkan kata kunci “perlengkapan camping”, pada SERP kamu akan menemukan “peralatan camping” yang di-bold, yang menandakan bahwa kata tersebut relevan dengan kata kunci yang dicari dan bisa dijadikan sebagai LSI keyword di artikel yang kamu buat.

contoh lsi keyword

2. Menggunakan Google Autocomplete

Fitur Google Autocomplete bisa menjadi cara tercepat dalam menemukan LSI keyyword.

Caranya hanya dengan mengetikkan kata kunci target pada kotak penelusuran Google—misal “cara membuat blog”—lalu secara otomatis akan muncul beberapa list kata kunci lain yang berkaitan, yang disarankan oleh Google.

cara menemukan lsi keyword

 

3. Perhatikan Fitus “People Also Ask”

Masih di SERP yang sama dari kata kunci “cara membuat blog”, jika di-scroll down, maka kita akan menemukan fitur “People also ask” atau “Orang juga bertanya”, seperti gambar di bawah ini.

orang juga bertanya google

Kata-kata tersebut merupakan kumpulan dari pertanya-pertanyaan yang sering dicari jawabannya oleh users.

Kamu bisa memperkaya konten dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut, sehingga users akan menemukan jawabannya dengan membaca artikelmu.

4. Memanfaatkan related search di Google Search

Selanjutnya, jika scroll sampai ke bagian bawah SERP, kamu akan menemukan fitur Google berupa “Penelusuran Terkait” atau “Related Searches”.

Contoh LSI keyword dengan kata kunci “cara membuat blog”, maka hasil dari fitur “Penelusuran Terkait” adalah sebagai berikut:

hasil penelusuran terkait di google

5. Menggunakan Google Image Tags

Cara sederhana lain untuk menemukan LSI keyword adalah dengan menggunakan Google Image Tags.

Misal dari kata kunci “alat camping” lalu klik fitur “Gambar”, hasilnya Google akan menampilkan berbagai tag di SERP:

lsi keyword google image tags

 

Hasil tag “mendaki”, “berkemah”, “hiking”, dan lainnya muncul karena Google menilainya relevan dengan topik “alat camping”, sehingga bisa dijadikan sebagai LSI keyword .

Cara Menggunakan LSI Keyword

Sekarang kita sudah tahu pengertian, manfaat, dan cara menemukan LSI keyword.

Tapi bagaimana cara menggunakannya?

Sebelumnya, harus dipahami dulu panduan dasar dalam menggunakan LSI keyword pada konten artikel.

  • Fokus pada topik, bukan hanya keyword
  • Tentukan kata kunci utama, baru kemudian temukan LSI keyword-nya
  • LSI keyword yang digunakan harus mendukung kata kunci utama dan relevan
  • Buat list LSI keyword yang sudah ditemukan, sisipkan LSI keyword ke dalam artikel secara natural.
  • Saat selesai menulis, dicek lagi apakah daftar LSI keyword tadi sudah digunakan semua
  • Pastikan konten yang kita buat berkualitas dan bermanfaat bagi pembaca.

Nah, sekarang mari kita bahas cara menggunakan LSI keyword agar artikel yang kita buat bagus untuk SEO. Apa saja?

1. Mengupdate konten lama

Kamu termasuk yang melupakan begitu saja konten lamamu?

Kalau iya, sebaiknya jangan begitu ya!

Konten lama harus tetap dirawat dan diperhatikan, agar kita bisa tahu bagaimana kinerjanya; apakah traffic-nya tidak bagus?

Apakah perlu isi konten di-update agar bisa lebih banyak menarik audiens, dan lain sebagainya.

Salah satu cara yang bisa kamu lakukan adalah dengan menggunakan LSI keyword untuk mengupdate konten lama.

Misalnya, kamu memiliki artikel tentang “cara membuat blog”, tapi hanya bersifat umum.

Nah, setelah sekarang paham kalau ternyata ada beberapa users yang menanyakan tentang “bagaimana cara membuat blog di hp”, maka kamu bisa menambahkan topik tersebut ke dalam artikel atau konten “cara membuat blog” tadi.

2. Optimasi gambar dengan LSI Keyword

LSI keyword yang kamu temukan juga dapat kamu gunakan dalam melakukan optimasi gambar.

Contohnya kamu bisa menaruhnya di bagian Alternative Text pada gambar.

Caranya klik gambar yang ingin dioptimasi, lalu klik icon edit.

4. Gunakan di Meta Description

Agar bisa di-notice oleh Google, tempatkan LSI keyword pada meta description pada artikel.

Apa itu meta description?

Pada SERP, selain judul artikel, kita akan menemukan deskripsi seperti berikut:

optimasi meta description

Jika kamu pengguna WordPress, kamu bisa dengan mudah menulis meta description dengan menginstal plugin Yoas SEO.

Kemudian kamu tinggal cari kolom untuk menulis meta description seperti di bawah ini.

contoh meta description untuk lsi keyword

5. Gunakan di HTML

HTML di sini mencakup subheading (H1, H2, dst), title tag (judul), maupun gambar sebagaimana dijelaskan pada poin sebelumnya.

Usahakan semuanya terbaca natural ya.

6. Gunakan di teks paragraf

Sertakan LSI keyword pada paragraf awal di artikel yang kamu buat dan agar terlihat lebih natural, tempatkan dengan baik di seluruh bagian postinganmu.

Sebagai tambahan kamu bisa menggunakan cara berikut:

  • Perluas topik artikelmu dengan menggunakan LSI keyword . Misal tadinya kamu hanya ingin menulis “cara membuat blog”, kamu bisa menambah pembahasan topik dengan “tips membuat blog yang menarik” dan lain sebagainya, yang penting masih berkaitan.
  • Tambahkan LSI keyword pada kesimpulan artikel.
  • Sisipkan kalimat tanya yang kamu dapatkan dari “People also ask”, kemudian berikan jawabannya.

Contohnya sebagaimana yang saya lakukan pada artikel tentang “Link building”.

Saya menemukan bahwa banyak users yang mencari pengertian link building itu sendiri.

contoh people also ask lsi keyword

Maka, saya merasa wajib untuk membahasnya ke dalam artikel.

cara menggunakan lsi keyword

7. Gunakan pada anchor text

Biasanya dalam membuat anchor text untuk internal link pada artikel, kita cenderung menggunakan kata kunci atau kalimat yang sama.

Misal, pada artikel dengan topik “internal link”, maka alih-alih selalu menggunakan keyword “internal link” sebagai anchor text, variasikan dengan menggunakan LSI keyword seperti berikut.

contoh-anchor-text-lsi-keyword

Kesimpulan

Google dan mesin pencari lain sekarang sudah lebih canggih dengan menilai keseluruhan isi dan topik artikel, daripada bedasarkan banyaknya penggunaan kata kunci.

Kegunaan LSI keyword pada artikel dapat membuat konten menjadi lebih berkualitas dan relevan dengan apa yang dicari users, sehingga secara otomatis mendapatkan penilaian yang bagus di mata mesin pencari.

Apakah kamu sudah menggunakan LSI keyword sebagai strategi SEO?

 

Riset Keyword: Cara Menemukan Kata Kunci Gratis dan Akurat

Fitri Apriyani
Fitri Apriyani
Agar tulisan atau konten yang dibuat mendapatkan lebih banyak pembaca, seorang blogger perlu menentukan keyword yang tepat. Untuk membantu hal tersebut, perlu dilakukan riset keyword. Bagaimana caranya?

Riset Keyword: Cara Menemukan Kata Kunci yang Akurat

Ada 34.000 pencarian di Google setiap detiknya oleh pengguna internet. 75% dari mereka tidak pernah melakukan scrolling hingga ke halaman kedua halaman hasil pencarian Google. (Sumber: HubSpot

***

Artinya, kamu sebagai pemilik blog atau website harus mengupayakan agar artikelmu bisa menempati halaman pertama Google.

Akan lebih baik lagi jika bisa sampai bertengger di posisi pertama.

Nah, salah satu yang bisa kamu lakukan adalah menemukan kata kunci yang tepat dengan melakukan riset keyword.

Bagaimana caranya?

Apa itu Keyword?

Apa yang akan kamu lakukan jika hendak mencari suatu informasi di internet?

Saya yakin kamu akan membuka Google dan mengetikkan beberapa kata terkait informasi tersebut di kolom pencarian.

Ya, itulah yang disebut keyword atau kata kunci.

Keyword atau kata kunci adalah suatu susunan kata-kata yang sering diketikkan oleh pengguna internet dalam mencari berbagai informasi di mesin pencari.

Data inilah yang nanti akan digunakan oleh mesin pencari untuk menentukan peringkat seluruh halaman yang ada di internet.

Apa Itu Riset Keyword?

riset keyword adalah

Keyword reasearch atau riset keyword adalah proses menemukan kata kunci yang tepat untuk digunakan di dalam artikel blog atau website. Dengan memilih kata kunci yang tepat, blog atau website yang kamu miliki akan semakin mudah berada di peringkat teratas hasil pencarian.

Mengapa Riset Keyword Penting?

Jika kamu akan menulis artikel tentang Presiden Indonesia, kata kunci apa yang akan kamu gunakan? “Joko Widodo” atau “Jokowi”?

Untuk mengetahui jawabannya, kita tidak bisa sekedar mengira-ngiranya saja.

Kita harus melakukan riset kata kunci mana yang paling dicari oleh pengguna internet.

Tujuannya, tentu agar artikel yang kita buat relevan dengan apa yang banyak pengguna internet ketikkan di mesin pencari.

Sehingga mesin pencari akan memunculkan halaman artikel kita kepada para pengguna tersebut.

Riset keyword atau kunci bisa dibilang merupakan strategi SEO atau optimasi yang dilakukan agar mudah ditemukan oleh mesin pencari.

Riset ini pada dasarnya merupakan kegiatan mencari kata kunci yang sering dimasukkan oleh user pada mesin pencari, yang tentunya sesuai dengan topik dari artikel atau laman dari situs.

Jadi, mengapa diperlukan riset keyword bagi konten?

Jawabannya, karena melalui langkah ini kamu bisa mengetahui kata atau frasa seperti apa yang sering dicari oleh user dengan seakurat mungkin.

Dengan menemukan kata kunci yang tepat dan akurat, tentunya artikel kita nanti akan berpotensi mendapat peringkat teratas Google dan bisa lebih banyak dibaca oleh user. 

Manfaat Keyword Research

manfaat-riset-keyword

Selain agar dapat menempati posisi teratas Google, berikut beberapa manfaat melakukan riset kata kunci yang tepat untuk artikel yang akan kamu tulis.

1. Menemukan Ide Konten yang Tepat

Tujuan riset keyword yang pertama adalah memperoleh ide konten yang tepat.

Sering sekali dalam membuat artikel untuk blog kita, kita mengalami kebuntuan dalam menulis (writer’s block).

Kamu tidak tahu apa yang harus kamu tulis.

Maka, salah satu solusinya adalah dengan melakukan riset kata kunci.

Melakukan riset kata kunci sering membuat kita menemukan yang tepat yang tidak pernah kita pikirkan sebelumnya.

Bukan hanya itu, konten ini berpotensi untuk dilihat dan dibaca oleh banyak orang. Menarik, bukan?

2. Agar Artikel Dibaca Banyak Orang

Mau kan artikel yang kamu tulis dibaca oleh banyak orang?

Maka pastikan apakah artikel yang kamu tulis sesuai dengan apa yang banyak orang butuhkan di mesin pencari Google.

Ada ratusan website, blog yang mengunggah artikel yang nyaris sama dengan artikel yang kita tulis.

Maka, agar artikel yang kamu tulis mudah muncul di pencarian Google, kamu harus melakukan riset kata kunci yang tepat.

Tujuan kita membuat blog dan menulis artikel adalah agar artikel yang kita tulis bermanfaat dan dibaca oleh banyak orang.

Lantas bagaimana orang tahu artikel kita bila artikel yang kita tulis tanpa melakukan riset kata kunci yang tepat.

Maka, kata kunci agar website kamu ramai pengunjung bukan seberapa banyak artikel yang kamu tulis tetapi seberapa tepat kamu memilih kata kunci untuk website kamu.

3. Mengetahui Tingkat Persaingan Keyword

Dengan melakukan riset, kita akan dapat mengetahui tingkat persaingan kata kunci yang akan kita gunakan.

Jadi kita bisa menentukan, apakah akan tetap menggunakan kata kunci tersebut, atau mencari keyword turunannya.

Tujuannya agar tidak salah langkah dengan memilih keyword dengan persaingan tinggi, di mana teknik optimasinya mungkin akan lebih sulit dan membutuhkan waktu yang lama.

4. Menempati Peringkat Atas dalam Hasil Pencarian 

Website yang melakukan riset kata kunci berpotensi menempati peringkat atas hasil pencarian atau SERP (Search Engine Result Page).

Pasalnya karena dengan melakukan riset, maka kita akan menemukan kata kunci yang tepat, seperti kata kunci dengan tingkat persaingan rendah namun masih dalam lingkup pencarian terbanyak.

Atau kita juga bisa menemukan kata kunci turunan (long tail keyword), sehingga dapat membawa website mampu bersaing di posisi tertinggi SERP.

5. Memudahkan Pembuatan Konten

Riset kata kunci juga dapat memudahkan kita dalam membuat tulisan atau konten.

Karena dengan melakukan riset, kita dapat mengetahui topik-topik lain terkait dengan kata kunci yang kita incar, yang banyak dicari pengguna internet, sehingga dapat kita gunakan sebagai ide dasar untuk membuat konten selanjutnya.

Nah, untuk membantumu melakukan riset keyword, ada tiga SEO tools keyword research yang dapat kamu coba.

Baca Juga : 8 Tips Membuat Tulisan SEO dan Human Friendly, Mudah Kok!

Hal yang Perlu Diketahui dalam Riset Keyword

Sebelum melangkah lebih jauh, ada baiknya kamu memahami terlebih dahulu istilah-istilah dalam melakukan riset keyword.

Agar kamu dapat menentukan kata kunci mana yang terbaik untuk digunakan dalam website atau blog.

1. Search Volume (Volume Pencarian)

Search volume atau volume pencarian kata kunci adalah angka yang menunjukkan berapa banyak sebuah kata kunci dicari oleh user di Google dalam waktu tertentu.

Biasanya setiap tool keyword akan menampilkan search volume dalam satu bulan terakhir.

Contohnya, search volume dari sebuah kata kunci adalah 100.000.

Maka artinya, keyword tersebut telah dicari 100.000 kali di Google dalam waktu satu bulan.

2. Keyword Difficulty (Tingkat Kesulitan Keyword)

Keyword difficulty menunjukkan tingkat kesulitan sebuah kata kunci untuk bisa berada di halaman pertama hasil pencarian.

Skala yang umum digunakan adalah 0-100.

Semakin besar angka keyword difficulty, maka semakin sulit kata kunci tersebut untuk bisa menempati ranking teratas Google.

3. Keyword Suggestion (Saran Kata Kunci)

Keyword suggestion adalah saran kata kunci lain yang serupa dengan kata kunci yang kamu cari.

Misal, saat kamu melakukan riset keyword “Cara Membuat Nasi Goreng”, maka keyword tool akan memberikan keyword suggestion berupa “Cara Membuat Nasi Goreng Sederhana”, atau ““Cara Membuat Nasi Goreng Telor”.

Kata kunci yang disarankan biasanya lebih panjang atau disebut juga long tail keyword.

Menggunakan long tail keyword sangat disarankan apabila kamu menargetkan kata kunci dengan tingkat persaingan yang tinggi.

Tujuannya, agar artikelmu mampu bersaing di peringkat atas Google.

4. Search Engine Result Page (SERP)

Search Engine Result Page (SERP) adalah halaman-halaman yang menempati peringkat teratas di halaman hasil pencarian dari kata kunci yang kamu riset.

Fungsinya adalah untuk melihat seperti apa kualitas konten halaman-halaman website tersebut sehingga bisa merangking di Google.

Tools Riset Keyword Gratis Terbaik

Secara umum ada 2 cara riset keyword yang sering orang gunakan.

  • Pertama, riset keyword gratis
  • Kedua, reset keyword berbayar

Kamu bisa melakukan kombinasi dari keduanya untuk memperoleh hasil yang maksimal.

Tetapi bila kamu masih memulai membuat blog, kamu bisa menggunakan tools riset keyword gratis.

Lalu, bagaimana melakukan riset keyword?

Yuk, kita bahas satu-satu!

1. Google Keyword Planner

Bisa dibilang Google Keyword Planner merupakan tool riset keyword yang paling populer.

Alasannya bukan hanya karena tool ini buatan Google, namun juga ini memungkinkan penggunanya untuk melakukan riset secara gratis dan bisa memberikan hasil keyword yang baik.

Selain itu, bagi pemula, perangkat ini sangat mudah digunakan.

Berikut cara menggunakan Google Keyword Planner secara gratis.

  • Buka situs ads.google.com
  • Pilih “Mulai Sekarang” atau “Get Started”
  • Lalu lakukan “Sign In”, namun jika kamu belum memiliki akun GMail, silakan buat dulu ya.
  • Setelah berhasil sign in, kamu akan diminta untuk melengkapi informasi dari akun GMail-mu. Ini optional, bisa kamu ikuti atau kamu lewati dengan mengklik “Tidak Sekarang” atau “Not Now”.
  • Pada halaman berikutnya silakan pilih menu “Buat Akun Google Baru” atau “New Google Ads Account”
  • Selanjutnya kita masuk halaman New Campaign, lalu pilih “Beralih ke Mode Pakar” atau “New Expert Mode”

Cara menggunakan Google Keyword Planner

  • Pada halaman berikutnya, karena tujuan kita adalah untuk riset keyword, bukan untuk melakukan campaign, maka pilih “Create Account Without  A Campaign”

Cara menggunakan Google Keyword Planner

  • Kemudian akan muncul permintaan konfirmasi informasi bisnismu, klik “Ya” kemudian klik tombol “Kirim” atau “Submit”

Cara menggunakan Google Keyword Planner

  • Selanjutnya klik “Explore Your Campaign”, kamu sudah ada di halaman dari Google Ads
  • Pada halaman Kampanye atau All Campaigns, klik “Alat dan Setelan” atau “Tools and Setting” di pojok kanan atas.

  • Lalu pilih submenu “Keyword Planner”

cara setting google keyword planner

  • Ini adalah menu Keyword Planner, pilih “Temukan Kata Kunci Baru” atau “Discover New Keyword”

cara menemukan kata kunci google keyword palnner

  • Kemudian masukkan keyword yang akan kamu riset. Lalu pilih “Dapatkan Hasil” atau “Get Result”

bagaimana cara menggunakan google keyword planner

  • Halaman selanjutnya yaitu Keyword Plan, halaman ini terjadi data-data dari keyword yang kita riset. Data tersebut terdiri dari sejenis keyword yang relevan.

hasil riset kata kunci google keyword planner

Berikut penjelasannya:

    1. Kata kunci menurut relevansi atau Keyword by relevance, menunjukkan keyword sejenis yang relevan, yang banyak dicari oleh pengguna internet. Kata kunci yang muncul bisa kamu gunakan sebagai variasi dari kata kunci yang ada.
    2. Penelusuran bulanan rata-rata atau Average Monthly Searches menunjukkan jumlah rata-rata pencarian tiap-tiap kata kunci di setiap bulannya. Dari situ kita jadi tahu, mana kata kunci yang paling banyak dicari.
    3. Kompetisi atau Competition menunjukkan tingkat kesulitan keyword saat bersaing pada mesin pencarian untuk tiap kata kunci.
    4. Bid Halaman Bagian Atas (Rentang Rendah) atau Top of Page Bid (Low Range) menunjukkan jumlah minumum yang harus dikeluarkan saat membuat iklan di GoogleAds setiap satu kliknya.
    5. Bid Halaman Bagian Atas (Rentang Rendah) atau Top of Page Bid (High Range) menunjukkan jumlah maksimum yang harus dibayarkan saat beriklan di GoogleAds setiap satu kliknya. Ini adalah jumlah yang dibayar oleh pengiklan. Sedangkan untuk periset, sederhananya jika orang-orang mau membayar tinggi untuk sebuah kata kunci, artinya kata kunci tersebut berharga dan berpotensi mengundang banyak klik.

Baca Juga : Memahami Cara Kerja Google Search Secara Sederhana

2. Google Trends

3 tools keyword research google trends

pngwing.com

Satu lagi produk keyword research keluaran Google adalah Google Trend.

Tool ini bisa kamu manfaatkan untuk melakukan riset kata kunci.

Kata kunci yang sering dipakai dan topik hangat yang diperbincangkan.

Mari kita bahas terlebih dahulu tentang halaman awal tool keyword research yang satu ini.

Halaman Awal Google Trends

Pertama, kamu dapat mengunjungi situs Google Trends di trends.google.co.id.

Di bagian awal, kamu akan melihat tampilan contoh peta berdasarkan kata kunci tertentu.

riset keyword menggunakan google trends

Di bagian bawahnya kamu akan kamu akan menemukan kata kunci yang sedang populer setiap harinya maupun dari tahun ke tahun.

Cara Riset Keyword di Google Dengan Google Trends

Untuk mencari keyword apa saja yang berhubungan dengan topik yang kamu cari, kamu dapat mengetikkannya ke dalam kolom “Masukkan topik atau istilah penelusuran”, lalu enter.

cara riset keyword di google trends

Misalnya saya mengetikkan kata kunci “Corona” lalu enter.

Google Trends akan memunculkan informasi yang cukup lengkap mengenai intensitas pengguna Google Search mencari topik tentang “Corona” di internet.

Pada tabel pertama, ditampilkan grafik tren pengguna dalam mencari kata “Corona” selama satu tahun terakhir.

tampilan grafik google trends

Setelah grafik, di bagian bawahnya, kamu dapat melihat pembagian ketertarikan pengguna mencari menggunakan keyword “Corona” bedasarkan daerahnya.

Karena di bagian awal, riset pencarian sudah diset untuk wilayah Indonesia, maka hasil tampilan menunjukkan peta sebaran penggunaan kata kunci di berbagai daerah di Indonesia.

Hasilnya sebagai berikut.

Cara riset keyword kata kunci dengan Google Trends

Google Trends menyediakan hasil tampilan yang sederhana dan mudah dipahami.

Warna biru tua menunjukkan hasil pencarian kata kunci “Corona” banyak dilakukan di daerah tersebut.

Sedangkan warna biru muda daerah yang lebih sedikit melakukan pencarian. Mudah bukan?

Nah, di bagian paling bawah merupakan bagian yang paling memberikan informasi untuk kamu untuk mengembangkan topik.

Di bagian ini kamu dapat menemukan topik dan saran kata kunci yang terkait dengan “Corona”.

Cara riset keyword kata kunci dengan Google Trends

Selain itu, Google Trends memiliki fitur Comparison atau Bandingkan, yang berfungsi untuk membandingkan lebih dari satu keyword.

Fitur ini memberimu perbandingan tingkat persaingan antar keyword dalam bentuk grafik, peta wilayah dan kueri terkait seperti di atas.

Misal kamu ingin menentukan penggunaan kata kunci “Corona” dan “Covid-19” dalam artikel yang kamu buat.

Kamu dapat langsung mengetikkan kata kuncinya di kolom yang tersedia, lalu tekan enter. Maka hasilnya.

hasil riset kata kunci google trends

Dari hasil tampilan grafik batang, menunjukkan bahwa kata kunci “Corona” (warna biru) lebih banyak dicari oleh pengguna internet daripada “Covid-19” (warna merah).

Dengan begitu, disarankan kamu menggunakan kata “Corona” sebagai keyword dalam tulisanmu.

Fitur Yearly Search

Ada juga fitur “Setahun Search” atau “Yearly Search”.

Berbeda dari tren harian yang sedang dicari oleh kebanyakan orang, pada fitur ini terdapat topik konten yang sedang hangat dibicarakan oleh Google selama satu tahun.

bagaimana cara riset kata kunci di google trends

Pada hasil tampilan, kamu akan melihat topik yang sedang tren di berbagai kategori sepanjang tahun.

topik di google trends

Baca Juga : Keindahan Tulisan Atau SEO, Mana yang Lebih Penting?

3. UbberSuggest

riset keyword ubersuggest

Tool riset keyword yang terakhir adalah UberSuggest.

UberSuggest merupakan sebuah tool yang dimiliki oleh seorang digital marketer ternama bernama Neil Patel.

Kamu bisa menggunakan tool ini secara gratis.

Cara riset kata kunci pun cukup mudah, yaitu:

  • Kunjungi situs UberSuggest
  • Kemudian, kamu hanya cukup mengetik kata kunci apa yang mau kamu riset pada kolom yang tersedia, misalnya kata “Corona”. Selanjutnya, jangan lupa mengubah wilayah pencarian menjadi “Indonesia”. Lalu klik “Search”.

cara menggunakan ubersuggest

  • Pada hasil tampilan bagian awal, UberSuggest akan memberikan informasi mengenai berapa besar volume pencarian keyword tersebut (Search Volume), kadar kesulitan keyword dari segi SEO (SEO Difficulty), kadar kesulitan keyword dari segi pembayaran (Paid Difficulty), serta biaya kata kunci per klik (Cost Per Click). Juga ditampilkan grafik penggunaan jenis perangkat saat melakukan pencarian; via mobile atau desktop.

keyword tool ubersuggest

  • Sedangkan pada tampilan hasil bagian bawah menujukkan saran keyword yang bisa kamu gunakan dalam tulisanmu.

tools keyword research ubersuggest

Kekurangan UberSugget adalah kamu hanya dibatasi 3 kali riset kata kunci dalam sehari.

Tetapi kamu bisa mendaftar secara gratis untuk 7 hari dengan email kamu.

Kesimpulan

Riset keyword telah disepakati menjadi strategi SEO yang krusial dalam sebuah konten.

Tanpa melakukan riset keyword, konten yang kita buat bisa jadi sia-sia karena tidak sesuai dengan pencarian yang banyak dilakukan oleh pengguna internet.

Tool riset keyword, baik yang gratis maupun berbayar, dapat digunakan guna membantu menemukan kata kunci yang akurat.

Keputusan menggunakan tool gratis atau berbayar tentu kembali kepada kebutuhan dan budget masing-masing orang.

Intinya, keduanya akan memberikan hasil yang optimal jika kita tahu cara memanfaatkannya.

By the way, kamu sudah mencoba pakai tool riset keyword yang mana nih?

About The Author

Fitri Apriyani

You may also like